5 Sisi Ekonomis Sel Surya Jadi Sumber Listrik Rumah

Sel surya disebut juga sel photovoltaic yakni alat pengubah energi cahaya menjadi energi listrik secara langsung memakai efek fotoelektrik. Ini merupakan salah satu cara yang diterapkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk bisa digunakan masyarakat secara luas. Teknologi ini juga jadi alternatif memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang digunakan apa listrik konvensional.

Sisi Ekonomis Sel Surya

Sisi Ekonomis Sel Surya

Sebagai energi terbaharukan yang masih dikembangkan baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia, penerapan sel surya memiliki banyak sekali manfaat. Dari segi lingkungan, energi surya jumlahnya tak terbatas jadi tak akan ada krisis kelangkaan. Tenaga surya juga bersih, ramah lingkungan dan bisa mengurangai emisi gas rumah kaca. Sementara dari sisi ekonomis, khususnya untuk penerapan di rumah-rumah tenaga surya memiliki sejumlah keunggulan antara lain:

1. Tidak perlu membeli energi matahari dan hanya membutuhkan biaya awal produksi
Energi matahari bisa didapatkan kapan saja, oleh siapa saja dan dimana saja secara gratis. Seseorang yang ingin menggunakannya sebagai listrik hanya perlu mengeluarkan biaya membeli perangkatnya yang kerap disebut masyarakat sebagai panel atau sel surya.

Pertanyaannya kemudian berapakah harga sel surya untuk pebutuhan rumah atau secara umum. Hingga saat ini harga pemasangan alat untuk energi surya relatif lebih mahal dibanding listrik konvensional. Ini karena belum banyak faktor seperti dukungan pemerintah menyokong penggunaan sel surya.
Energi konvensional lebih murah di Indonesia karena mendapat banyak subsidi. Berbeda dengan negara luar yang sudah memiliki kebijakan khusus. Namun kini pemerintah RI masih terus berbenah agar penerapan tenaga surya bisa meningkat, terjangkau biaya dan efesien di tengah masyarakat.

2. Pemasangan, pemakaian dan perawatan terbilang cukup mudah
Sel surya sangat mudah diterapkan baik itu pemasangan dan pemakaiannya. Untuk keperluan perumahan jadi lebih hemat secara ekonomis karena bukan bahan bakar fosil. Perawatannya juga tak memerlukan teknik khusus dan bisa dilakukan sendiri sehingga tak ada biaya tambahan.
Penggunaan sel surya juga dapat mengurangi biaya tagihan listrik di rumah-rumah yang sudah memakai listrik konvensional. Listrik pun dapat disimpan dalam aki dan digunakan saat malam hari.

3. Bisa dipindahkan dan sesuai kebutuhan
Sel surya tidak memakai konstruksi menetap dan berat. Jadi penggunaannya bisa dimana saja dan berpindah bila memang diperlukan. Selain itu, kapasitas listrik yang dihasilkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau bisa juga disebut bersifat moduler.

4. Bisa mendapatkan energi surya maksimal di daerah tropis
Tanah air merupakan salah satu negara tropis yang dinilai cukup baik menerapkan energi surya sebagai pembangkit listrik. Ini karena intensitas sinar matahari sangat tinggi dan tak perlu takut kekurangan.

Baca Juga : Krisis Energi Bikin Mobil Listrik Kembali Populer dan Diminati

5. Model modern tapi bisa diterapkan secara merata
Dari penampilannya sel surya memiliki bentuk yang terkesan futuristik dan modern. Sangat serasi untuk dunia arsitektur yang memadukan unsur artistik dan peduli terhadap lingkungan. Pemasangannya juga tak hanya di kota besar. Daerah terpencil bisa mendapatkan listrik maksimal dengan teknologi terbaru tersebut.
Kini sel surya sudah makin terjangkau harganya dan mudah didapatkan. Untuk pembelian panel tidak harus membeli semuanya sekaligus. Anda bisa membeli secara bertahap sehingga tak perlu khawatir mengeluarkan dana besar secara instan dalam satu waktu. Masa pakainya juga sangat panjang dan bisa lebih dari 20 tahun sehingga sangat efesien dan ekonomis untuk kebutuhan listrik rumah tangga.

Facebook Comments