Sebagai salah satu situs belanja online terbesar di dunia, Amazon terus melakukan inovasi dalam memudahkan kebutuhan konsumen yang ingin mendapatkan barang yang dibelinya dengan cepat, mudah, dan aman.

Salah satu yang dilakukan dan dikenalkan oleh Amazon adalah mengirimkan paket barang kepada konsumennya melalui pesawat tanpa awak atau drone dengan layanan Amazon Prime Air. Drone yang digunakan sebagai kendaraan udara pengirim barang ini digadang-gadang bakal menjadi sistem pengiriman masa depan.

Nantinya paket konsumen akan dikirim menggunakan drone sekitar 30 menit atau kurang. Sehingga konsumen akan dengan cepat mendapatkan barang kebutuhannya tanpa perlu menunggu waktu yang lama bahkan hingga berhari-hari.

Tahap Uji Coba Drone Pengirim Paket
Drone yang akan digunakan oleh Amazon nantinya akan mengudara pada ketinggian di bawah 400 kaki dengan bobot kurang dari 55 pound. Namun hal tersebut masih sebatas uji coba untuk mengetahui seberapa aman, mudah, dan cepat mengirimkan barang melalui drone.

Amazon akan mengembangkan dan menggunakan drone yang dirancang untuk naik secara vertikal saat lepas landas dan akan terbang secara horozontal. Desain drone hybrid yang digunakan nantinya memiliki delapan rotor dan terdapat perangkat untuk maju secara horizontal.

Kecepatan drone diperkirakan saat terbang mencapai 100 km/jam. Nah, rancangan drone hybrid tersebut memungkinkan untuk bisa terbang dalam jarak yang jauh secara efisien dengan naik dan turun (mendarat) dengan aman dan tepat.

Amazon mengklaim memiliki banyak prototipe pesawat drone yang sedang dikembangkan. Anda bisa melihat melalui kanal video youtube mengenai drone yang mengirimkan paket sejak berada dalam gudang barang hingga sampai ke tujuan pengiriman.

Drone untuk pengiriman paket barang ini dilengkapi dengan kendali satelit. Melalui drone tersebut paket kiriman akan cepat sampai serta terhindar dari kemacetan dan kesalahan pengiriman ke alamat pengirim. Drone dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk paket.

Dengan menggunakan drone, terdapat potensi besar yang memiliki efisiensi dan efektivitas dalam pengiriman surat dan pengiriman produk-produk e-commerce. Meski demikian, drone hanya memiliki batas dalam daya angkut (sekitar 2,3 kg) dan daya jelajah (puluhan mil).

Perusahaan Lain di Dunia Juga Memanfaatkan Drone
Selain perusahaan Amazon, perusahaan lain yang bergerak di bidang jasa kurir atau pengiriman paket juga tak mau ketinggalan memanfaatkan teknologi drone yang sudah demikian berkembang.

Perusahaan pos di Australia (Australia Post) kabarnya akan memanfaatkan drone untuk mengirim paket ke seluruh wilayah di Australia. Paket barang yang bisa diangkut menggunakan drone memiliki bobot hingga 2 kg.

Selain perusahaan pos di Australia, beberapa perusahaan lain di dunia pun juga memanfaatkan drone untuk mengirimkan paketnya ke tempat tujuan. Sebutlah beberapa di antaranya seperti Google, Singapore Post, Swiss Post, dan GeoPost di Prancis. Tentu saja hal tersebut masih dalam tahap uji coba.

Singapura Post yang bekerjasama dengan Infocomm Development Authority of Singapore berhasil menguji coba pengiriman paket menggunakan drone. Paket yang dikirimkan adalah t-shirt dan surat dengan jarak tempuh 2 KM hanya dalam waktu 5 menit.

Uji coba drone tersebut mampu membawa muatan hingga 0,5 KM dengan ketinggian terbang mencapai 45 meter dengan jarak tempuh 2,3 KM. Uji coba ini masih fokus pada batas teknologi dan keselamatan penerbangan.

Nah, bagaimana dengan Indonesia? Apakah tertarik untuk menggunakan drone sebagai layanan pengiriman paket?

Sumber: techxplore, youtube

Facebook Comments

Related Posts