Pada umumnya dalam sebuah pabrik mobil jepang (seperti ADM dan TMMIN di Indonesia) dan amerika mampu memproduksi lebih dari 400 mobil per hari.

Masih kalah dengan pabrikan mobil konvensional (BBM) itu, tahun 2013 jumlah produksi mobil listrik Tesla Motors hanya mampu menghasilkan 400 mobil listrik per minggu. Namun demikian pengamat menganggap hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat perusahan mobil listrik yang berasal dari Silicon Valley tersebut baru mulai memproduksi mobil di tahun 2008, dengan sedikit engineer dan bahkan hanya mampu menggabungkan berbagai komponen ke chasis mobil buatan pabrikan lain yang bernama Lotus.

Tesla membeli pabrik NUMMI (pabrik kerjasama General Motors dan Toyota) di tahun 2010 karena resesi ekonomi dan menurunnya permintaan mobil amerika kala itu. Kemudian butuh waktu setahun lebih agar dapat digunakan untuk memproduksi mobil listrik Tesla Model S di pertengahan 2012.

Aluminium sheet dibengkokan dan dipres sehingga terbentuk bagian body mobil. Selanjutnya sekumpulan robot berwarna merah akan berkerumun untuk menggabungkan, mengelas menjadi satu, dengan gerakan yang selalu sama dan akurat, bak penari yang tidak pernah lupa gerakannya.

Body hasil pengelasan yang masih polos diangkut oleh sistem yang berjalan otomatis untuk pengecatan. Selanjutnya body yang sudah dicat tersebut dibawa menuju line dimana 3000 orang dan 160 robot akan memasang baterai, motor, interior, kabel dan part lainnya sampai menjadi sebuah mobil. Simak video ini.

Dengan berbegai pengambangan, pada akhir tahun 2014 kapasitas produksi Tesla Motor sudah dapat mencapai 350 mobil listrik per hari.

Bringing up Tesla Production Line 2. 542 robots in total with 15 operating simultaneously at the central assembly point. And people wonder why I'm worried about the robocalypse …

A photo posted by Elon Musk (@elonmusk) on


Lebih lanjut lagi baru-baru ini, untuk pertama kali Tesla Motors akan memproduksi dua model mobil listrik pada line assembly yang sama. Model S adalah mobil listrik sedan, sedangkan Model x adalah mobil listrik jenis SUV.

CEO Tesla Motors Elon Musk meyatakan bahwa robot yang ada di pabrik tengah ditambah dan menjalani pemrograman serta evaluasi, bahkan ada bagian proses tertentu di pabrik yang terdapat sangat banyak robot. Robot yang sedang diprogram termasuk jenis KUKA KE 1000 Titan, yang diharapkan dapat memproduksi mobil listrik Model X paling tidak 50 unit sebagai produk awalan. 50 mobil tersebut akan divalidasi apakah sudah dibuat sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, sebelum produk baru tersebut diluncurkan ke konsumen.

Diperlukan satu minggu mematikan pabrik untuk melakukan setup dan pemrograman tersebut sehingga Model X dapat diproduksi berkolabirasi dengan line produksi Model S.

Tesla Model S dan Model X

Tesla Model S dan Model X


Rupanya robot juga seperti manusia, membutuhkan pelatihan dan percobaan agar mereka dapat melakukan pekerjaan dengan tepat.

Baca Juga: Berapa Lama Tesla Motor Menciptakan Mobil Listrik?

Sumber:
Instagram @elonmusk
International Business Times
Wired

Facebook Comments

Related Posts