Setiap hari dibelahan dunia ini pasti ada sesuatu yang terbakar. Contohnya pada salah satu hari di awal Agustus 2015, di dunia, terdeteksi sekitar 10.000 titik api yang direkam oleh satelit NASA yang bernama Terra dan Aqua. Satelit tersebut dilengkapi dengan fasilitas Moderate Resolution Imaging Spectroradiometers (MODIS).

Satelit NASA Terra (EOS AM-1)

Satelit NASA Terra (EOS AM-1)

MODIS memiliki jangkauan lebar pemetaan 2.330 km dan menjangkau seluruh permukaan bumi dalam waktu satu setengah hari. Detektor MODIS dapat mengukur 36 range frekuensi spektrum gelombang elektromagnetik antara 0,405 sampai 14,385 µm dapat mengambil data dalam tiga resolusi: 250 m, 500 m dan 1000 m. Data hasil pemetaan seluruh alat yang ada di satelit tersebut ditransmisikan ke stasiun bumi yang ada di New Mexico melalui Tracking and Data Relay Satellite System (TDRSS).

Akumulasi sepanjang tahun 2014 lalu, kebakaran telah melepaskan 2.030 teragram karbon ke atmosfer. Untuk memperkirakan berapa banyak emisi karbon dioksida dan gas polutan lain, ilmuwan mengembangkan permodelan komputer dipadukan dengan hasil observasi satelit.

Kepulauan Indonesia digolongkan dalam kategori periode kebakaran aktif. Emisi yang sangat tinggi terlacak dengan sebaran api terbesar pada pulau sumatra dan kalimantan barat.

Agustus 2015 ini, satelit Terra dan Aqua mendeteksi lebih dari 180 titik di berbagai wilayah Riau. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan dengan tingkat ketepatan di atas 70% maka diindikasikan ada 140 titik api.

Satelit NASA Aqua (EOS PM-1)

Satelit NASA Aqua (EOS PM-1)

Secara terpisah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB memperingatkan ancaman kebakaran lahan / hutan semakin tinggi apabila tidak dilakukan pencegahan. Apalagi di tahun 2015 ini El Nino moderate menyebabkan kemarau diperkirakan sampai bulan November.

Program pemerintah terkait hujan buatan yang akhir-akhir ini dicanangkan semoga dapat meminimalisir kebakaran tahun ini. Pemerintah telah menyiapkan Rp 200Miliar untuk program tersebut.

Facebook Comments

Related Posts