Energi terbarukan merupakan salah satu isu utama yang dibicarakan di seluruh dunia saat ini. Setiap negara maju pun juga telah berlomba – lomba dalam menciptakan teknologi dimana mereka dapat menghasilkan energi baru tanpa merusak lingkungan serta bisa didapat dengan mudah dari alam. Salah satu negara yang sangat maju dalam menciptakan teknologi penghasil energi terbarukan adalah Belanda. Negeri yang dikenal dengan sebutan negeri kincir angin tersebut memang memiliki ambisi besar dalam menciptakan energi terbarukan. Salah satunya adalah pengoperasian semua jalur kereta listrik yang energinya seutuhnya dihasilkan dari tenaga angin. Ambisi ini harus tercapai dalam kurun waktu tiga tahun saja.

Sebuah berita yang ditulis oleh Railway Technology menyatakan bahwa perusahaan energi Belanda bernama Eneco dan gabungan perusahaan rel kereta VIVENS telah menandatangani kesepakatan untuk membangun kereta listrik Belanda di seluruh jalur kereta Netherland yang seluruhnya berjalan dengan menggunakan energi yang dihasilkan oleh penghasil tenaga angin. Lahan – lahan penghasil angin tersebut telah siap untuk mengalirkan setengah dari 1800 mil dan 1,5kV jaringan energi DC. Jaringan ini merupakan jaringan yang mengantarkan sekitar 1,2 juta penumpang setiap harinya.

Tenaga angin yang diperlukan akan berasal dari seluruh area di Netherlands, dan juga Belgia dan dari negara – negara di sebagian Skandinavia. Sebagian dari tujuannya adalah untuk mempromosikan pemanfaatan energi terbarukan kepada negara – negara Eropa lainnya.

Pada beberapa tahun yang lalu, tenaga angin telah berkembang sangat pesat dan dipakai oleh banyak negara di seluruh dunia. Berdasarkan pada Dewan Energi Internasional, pemasangan alat penghasil tenaga angin di daratan semakin meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 24% setiap tahunnya, kenaikan ini terjadi sejak tahun 2000 lalu. Dewan tersebut memprediksikan bahwa apabila para pemerintah di dunia juga merencanakan hal ini, tenaga angin dapat memasok 18% dari seluruh energi yang dihasilkan di seluruh dunia.

Kembali ke Negeri Belanda, perusahaan energi Eneco menyatakan bahwa mereka juga membuat kesepakatan kepada Google selama 10 tahun bahwa data center perusahaan search engine ini juga akan dijalankan dengan tenaga angin secara keseluruhan.

Penggunaan tenaga angin sebagai sumber penghasil tenaga listrik merupakan energi terbarukan yang sangat ramah lingkungan karena bebas emisi karbon. Sumber energi semacam ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak terutama para pemerintah di seluruh dunia. Jika semua negara di dunia menggunakan energi terbarukan semacam ini, maka emisi karbon akan dapat ditekan lebih efektif, efek rumah kaca akan berkurang dan efek global warming akan lebih mudah dikurangi.

Di negara kita sendiri pemanfaatan pembangkit listrik tenaga angin juga sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Sayangnya, tidak ada perkembangan yang cukup signifikan untuk mendukung berjalannya pengembangan energi terbarukan ini di Indonesia. Meski sudah terdapat beberapa daerah yang memanfaatkan energi ramah lingkungan ini, pemanfaatannya dirasa masih kurang maksimal karena kurangnya pengembangan dan juga perhatian pemerintah di bidang pendanaan.

Jika Indonesia memiliki rencana besar untuk meningkatkan produksi tenaga listrik dari angin, sumber tenaga ini tersedia sangat melimpah di negeri ini. Kita semua hanya perlu mempersiapkan alat untuk menjadikan energi angin menjadi energi listrik yang sangat bermanfaat di setiap sektor kehidupan. Kita tidak lagi harus mengeluarkan banyak dana untuk menghasilkan tenaga listrik dari sumber – sumber yang mahal dan bahkan dapat membahayakan lingkungan. Paling tidak, kita harus memulai dari hal yang paling sederhana untuk dapat menjadi maju dalam memanfaatkan pembangkit listrik tenaga angin seperti di negeri Belanda.

Sumber: Railway Technology

Facebook Comments