Krisis Energi Bikin Mobil Listrik Kembali Populer dan Diminati

Ditelisik dari sejarahnya, mobil listrik sebenarnya sudah populer sejak pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Flocken Elektrowagen disebut sebagai pencetus awal mobil listrik tahun 1888. Mobil jenis ini sempat mencuri hati masyarakat lantaran kemudahan pemakaian hingga performa baik berupa jarak dan kecepatan tinggi. Namun, dalam perkembangannya mobil bensin jauh lebih maju, lebih inovatif, lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah. Alhasil, mobil listrik pun sempat meredup namanya dan menghilang dari pasaran.

Kemudian di tahun 1990 mobil listrik mulai dilirik kembali oleh masyarakat. Hal ini berkaitan dengan krisis energi yang terjadi mulai 1970. Sejumlah pakar seperti California Air Resources Board (CARB) kemudian menekan produsen otomotif untuk membuat kendaraan dengan nol emisi layaknya mobil listrik.
Baru awal 2000-an produsen otomotif akhirnya memberikan perhatian khusus pada pembuatan mobil listrik. Ini berkaitan dengan semakin melambungnya harga bahan bakar minyak dunia karena terjadi krisis cukup panjang. Ditambah semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dunia pada dampak buruk emisi gas yang dihasilkan mobil bensin.

Perusahaan otomotif di Amerika dan Jepang pun mulai berlomba menarik minat masyarakat menggunakan kembali mobil listrik. Sejumlah mobil listrik yang sempat beredar diantaranya Tesla Roadster, Mitsubishi i MiEV, Nissan Leaf dan masih banyak lagi. Bahkan dua mobil listrik asal Jepang, Nissan dan Mitsubishi sempat jadi yang terlaris di dunia hingga 2011. Kini, popularitas mobil listrik perlahan kembali naik seiring besarnya minat masyarakat dan juga inovasi yang ditawarkan oleh produsen.

Kelebihan dan Kelemahan Mobil Listrik
Setelah kembali muncul dipasaran, mobil listrik terus dibenahi agar dapat unggul bersaing dengan mobil bensin. Mereka menawarkan keunggulan yang tak dimiliki oleh mobil berbahan bakar minyak. Meski demikian, hingga kini ada sejumlah masalah yang belum bisa diatasi oleh mobil listrik. Berikut kelebihan dan kelemahan dari mobil listrik dalam perkembangannya.

Baca Juga : 5 Sisi Ekonomis Sel Surya Jadi Sumber Listrik Rumah

Kelebihan potensial
– Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas kendaraan bermotor.
– Mengobati ketergantungan negara pada minyak sehingga kestabilan ekonomi tetap terjaga ketika ada kenaikan harga minyak.
– Biaya perawatan lebih terjangkau karena suku cadang yang jauh lebih sederhana
Kelemahan.
– Harganya masih relatif lebih mahal ketimbang mobil bensin. Namun, belakangan beberapa produsen ada yang membuat mobil listrik harga murah.
– Kurangnya fasilitas memadai berupa stasiun pengisian mobil listrik. Ini juga diiringi dengan kekhawatiran pengguna kehabisan energi baterai mobil sebelum sampai tujuan.
– Bahaya laten. Mobil listrik hampir tidak mengeluarkan suara bising ketika dijalankan. Menurut sejumlah negara maju hal ini bisa menimbulkan bahaya bagi penjalan kaki yang memiliki masalah pengelihatan dan hanya bisa mendengar. Namun, Jepang dan Amerika telah memubuat regulasi batas minimum suara untuk mobil listrik.

Mobil Listrik di Indonesia
Beberapa kalangan di tanah air juga tak mau ketinggalan berinovasi dan membuat mobil listrik. Hingga kini sudah ada beberapa jenis mobil listrik karya anak bangsa yang mengagumkan. Beberapa diantaranya seperti bus listrik pun telah dioperasikan untuk moda transportasi seperti di Yogyakarta.

Selain itu, awal Mei 2014 sejumlah mahasiswa dari ITS sukses membuat rekor mobil dalam negeri dengan kecepatan tinggi dan jarak jauh. Kecepatan berada di rata-rata 120 hingga 130 km/jam dengan pengisian baterai 8 jam sekali selama 3 jam. Uji coba melewati rute Jakarta, Bandung, Tasik, purwokerto, Yogyakarta, Madiun kemudian Surabaya.

Krisis Energi Bikin Mobil Listrik

Krisis Energi Bikin Mobil Listrik Kembali Populer dan Diminati

Perbaikan dan kemajuan mobil listrik di dunia dan Indonesia tak luput dari keseriusan pemerintahan mengatasi krisis energi dan dampak lingkungan yang berkepanjangan. Negara maju seperti Amerika, Tiongkok dan Eropa menggelontorkan dana hibah untuk perkembangan mobil listrik. Begitu pula Indonesia yang sudah mengucurkan dana miliaran sejak 2012 untuk riset dan pengembangan mobil listrik. Pemerintah RI bahkan menegaskan bahwa mobil listrik dalam negeri bebas pajak.

Facebook Comments

Related Posts