Di sebuah bukit di benua eropa telah diciptakan konstruksi Bunga Matahari raksasa. Satu Bunga Matahari mampu menghasilkan listrik sebesar 12000 watt. Pembangkit listrik ini memanfaatkan gabungan antara photovoltaic dan termal dari sinar matahari dengan efisiensi total mencapai 80%.

Kita tahu bahwa di benua ini total sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun tidak terlalu tinggi, namun semangat inovasi dalam energi terbarukan sangat besar, dan tentu saja kelak alat ini dapat dijual di negara lain termasuk Indonesia.

Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Bunga Matahari

Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Bunga Matahari

‘Bunga Matahari’ ini dikembangkan oleh perusahaan Swiss bernama Airlight Energy, sebuah perusahaan patungan dari Airlight dan IBM Zurich. Perusahaan ini merancang sebuah pembangkit listrik dengan cara memngumpulkan sinar matahari pada suatu area kemudian menyerap energi baik photovoltaic maupun termal sinar yang terkonsentrasi tersebut. Prinsip ini dinamai HCPVT yang merupakan akronim dari Highly efficient Concentrated Photovoltaic / Thermal. Secara prinsip alat ini mampu mengumpulkan sinar matahari sehingga menyamai sinar dari 2000 matahari.

Aluminium foil menjadi pilihan yang ekonomis dan efektif untuk reflektor alat tersebut. Reflekror berfungsi seperti cermin cekung yang akan mefokuskan sinar datang menjadi terfokus pada pusat kelengkungannya.

Control Room Pembangkit Listrik Tenaga Bunga Matahari

Control Room Pembangkit Listrik Tenaga Bunga Matahari

Berbeda dengan photovoltaic konfensional yang umumnya berbahan semikonduktor, untuk menangkap energi photovoltaic Bunga Matahari ini menggunakan sel photovoltaic jenis gallium-arsenide (GaAs). Untuk menjaga temperatur agar tidak overheating maka pada konstruksi kolekor ini dilengkapi dengan saluran air. Air tersebut dialirkan pada kolektor sehingga kolektor dapat tetap dingin karena panas berpindah ke air dan air menjadi panas. Air panas ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan sesuai kebutuhan, seperti pemanas air, pemanas gedung, alat pengering dan lain-lain.

Konstruksi Kolektor Pembangkit Listrik Tenaga Bunga Matahari

Konstruksi Kolektor Pembangkit Listrik Tenaga Bunga Matahari

Untuk saat ini teknologi ini masih mahal jika dibandingkan dengan pembangkit listrik sumber lainnya seperti photovoltaic konfensional apa lagi dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Teknologi ini juga termasuk ramah lingkungan. Pengembangan terus dilakukan dan ide memfokuskan sinar matahari untuk diambil energinya masih sangat potensial.

Terutama di Indonesia, sinar matahari bersinar sepanjang tahun, akan tetapi tenaga matahari masih belum banyak digunakan sebagai sumber pembangkit listrik.

Sumber: Ars Technica

Facebook Comments