Telepon, suatu alat komunikasi yang sudah mendarah daging dalam hidup kita. Bila Anda lahir di era 80-90an, mungkin masih ingat permainan telepon-teleponan menggunakan kaleng bekas susu sebagai gagang teleponnya dan benang yang berfungsi sebagai kabel penghubung seolah-olah menghantarkan sinyal dari suatu tempat ke tempat lain. Sungguh menyenangkan masa-masa itu! Mungkin anak jaman sekarang tidak akan mengenal atau bahkan tidak tertarik dengan permainan sederhana tetapi mengedukasi seperti telepon benang tadi. Smartphone, cucu atau bisa dibilang cicit dari telepon masa lalu, membangkitkan gairah manusia untuk berkomunikasi hingga sampai ke ujung dunia hanya dengan sekali genggam. Nenek moyang kita terdahulu pasti sangat terheran-heran menyaksikan perkembangan telekomunikasi begitu pesatnya dan bila ketinggalan sedikit saja akan sangat susah untuk mengikutinya. Mari saya ajak Anda untuk kembali ke mesin waktu dan melihat perbedaan yang sangat signifikan jaman dulu dan jaman sekarang terutama di bidang teknologi dan komunikasi.

Media Komunikasi Dulu dan Sekarang
Coba tanyakan pada nenek atau kakek, bagaimana mereka berkomunikasi pada saat jaman muda dulu, pasti sangat berbeda dengan era digital sekarang ini. Ingin bertegur sapa atau sekedar mengucapkan salam saja membutuhkan waktu yang cukup lama dan kita harus sabar menantikan balasannya, karena pada jaman dulu alat komunikasi yang digunakan adalah surat. Ya, surat yang ditulis tangan sepenuh hati dengan pena, kemudian dibungkus amplop. Pada surat harus ditempeli perangko karena apabila tidak, surat tidak akan sampai. Kantor pos warna oranye cerah, siap sedia menjadi perantara memasok surat-surat yang menumpuk kemudian mengutus para tukang pos yang berjasa mengirim surat-surat tersebut ke tempat tinggal kita. Betapa menyenangkan! Wajah dan suara yang tidak bisa kita nikmati di jaman dulu, rindu terobati hanya dengan goresan kata-kata pada surat. Sekian waktu berlalu, telepon mulai lahir, dari bentuk telepon pertama yang sangat besar dan berat sampai saat ini hanya dengan satu genggaman kecil, bentuk yang lebih tipis dan ramping dengan sejuta kelebihan yang tidak dapat ditemukan telepon biasa. Telepon pintar atau Smartphone, kita bisa melakukan segala bentuk kegiatan di tempat, bahkan di kursi malas berjam-jam sekalipun. Smartphone, benda mungil yang cerdas, segala bentuk kegiatan seperti menelepon, pesan singkat, internet, e-mail, social media, bermain games, berfoto selfie, wow, betapa sibuknya manusia jaman sekarang!

Dampak Smartphone dalam Kehidupan Manusia
Berikut saya ajak Anda untuk bernostalgia menyimak bahasan mengenai perbedaan aktivitas manusia dulu sebelum ada telepon dan sekarang sesudahSmartphone lahir. Anda pasti sangat merindukan masa-masa keemasan itu!

1. Dulu jauh sebelum ada telepon, anak akan merengek pada orang tua untuk membelikan mainan mobil-mobilan atau boneka. Apabila mainan itu rusak, pasti anaknya meminta bantuan orang tuanya untuk membetulkan mainan tersebut. Sekarang, di jaman serba canggih era digital ini, orang tua pasti meminta tolong pada anaknya untuk mengajari bagaimana menggunakan smartphone agar tidak ketinggalan jaman, tidak mau kalah dengan anaknya. Hehehe..

2. Jaman dahulu, berlangganan Koran atau surat kabar sangatlah penting, karena tak ada telepon, kita mengandalkan informasi dan pengetahuan dari buku-buku juga koran dan surat kabar. Sekarang, era Smartphone, mau menjelajah ke berbagai situs maupun informasi ter update hanya dengan sekali klik dalam satu genggaman. Koran bisa punah!

3. Di tempat makan atau café pada jaman sebelum ada telepon, pasti ramai riuh dengan orang-orang bersama kerabat maupun sahabat berbincang-bincang mengobrol ngalor ngidul, bercanda bahagia. Sekarang, dapat kita rasakan bila berkumpul di suatu tempat nongkrong, tidak ada yang lepas dari smartphonenya, entah mengecek SMS, Facebook, ber Selfie ria. Mengobrol pun tak seperti dulu, semua sibuk dengan dunianya sendiri.

Pada intinya, era Smartphone ini bisa mendekatkan yang jauh sekalipun, yang dekat malah menjauh. Miris bukan? Intinya, lebih bijak dalam menyikapi kedatangan Smartphone ini, jangan mau diperbudak dengan kecanggihan teknologi. Hidup bersosial secara ‘real’ dengan sesama juga penting.

Facebook Comments

Related Posts