Awal bulan Agustus lalu Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan rencananya untuk pengalihan pemakaian sumber energi dari batu bara ke sumber energi terbarukan. Sekarang, Beliau memusatkan rencana pada para penduduk pengguna energi di Amerika agar dapat berinisiatif untuk memiliki sumber energy di rumah masing – masing, mendorong semua industry untuk dapat menggunakan peralatan yang lebih efisien, dan bahkan meningkatkan penelitian agar dapat berinovasi untuk perkembangan industri tersebut.

Salah satu pengumuman yang disampaikan pada National Clean Energy Summit bulan lalu adalah para pemilik rumah akan diberikan pinjaman dana untuk meningkatkan kualitas sumber energi dan juga cara yang lebih baik untuk para pelaku industri dalam mengukur efisiensi energi. Selain itu, Presiden Obama juga memberikan dana untuk penelitian sumber energi bertenaga surya sebesar 24 juta dolar yang akan dibagikan pada 11 proyek penelitian yang akan bekerja untuk menjadikan sumber energi tenaga surya lebih efisien dan juga lebih terjangkau. Tentu saja ini menjadi kesepakatan besar. Bayangkan betapa besar manfaat yang diberikan apabila salah satu dari proyek tersebut menemukan cara untuk membuat sumber energi bertenaga surya ini lebih terjangkau atau menemukan alat yang lebih efisien untuk menghasilkan energi.

Rencana pembaharuan energi yang dirancang oleh Obama tidak hanya pada sumber energi bertenaga surya, namun sumber energi bertenaga surya adalah visi utama dari presiden negeri Paman Sam tersebut. Beliau juga telah menawarkan program kredit dan program untuk para penduduk yang memiliki penghasilan rendah. Alhasil, karena usaha Obama ini sumber energi bertenaga surya menjadi industri yang berkembang paling pesat di negara tersebut dengan penghasilan yang luar biasa.

Sama halnya dengan pencapaian di tahun 2008, Amerika Serikat telah meluncurkan sumber energi bertenaga surya secara online setiap tiga minggu. Industri sumber energi bertenaga surya ini juga telah menyediakan lapangan pekerjaan sepuluh kali lebih banyak daripada industri – industri lainnya. Bila dirata – ratakan, harga energi listrik bertenaga surya sudah turun hingga 50% sejak awal tahun 2010 lalu. Harga listrik bertenaga surya ini pun juga mengalami penurunan sebanyak 10%-20% setelah didistribusikan. Penurunan harga ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu. Di Amerika Serikat, terhitung sudah 44 negara bagian yang telah menjadi konsumen tetap sehingga mendorong meningkatnya jumlah pemakai sumber energi terbarukan tersebut.

Pendistribusian energi adalah focus utama dalam rencana ini; akan lebih baik jika energi tenaga matahari dikumpulkan di masing – masing atap rumah penduduk daripada menyalurkannya dari pusat penghasil energi tenaga surya ke masing – masing rumah. Cara ini akan menjadi sangat efektif karena kita tidak memerlukan energi tambahan untuk membagikannya. Disinilah kita memerlukan teknologi yang lebih baik; untuk membuat peralatan lebih mudah didapat, untuk menyimpan cadangan energi matahari seperti halnya batere dan juga membuat energi ini lebih murah.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan adanya sebuah alat seperti Google Sunroof; sebuah alat yang diperkenalkan bulan lalu. Alat ini berfungsi untuk memasang dan memantau teknologi pengumpulan energi sinar matahari yang sangat diperlukan oleh setiap pemilik rumah dan bangunan. Alat ini sangat berguna untuk para penduduk untuk memantau proses pengumpulan energi; tidak hanya sekedar informasi tentang pemasangan, efisiensi dan juga jenis panel, tapi juga membantu para pengguna untuk membuatnya lebih menguntungkan sehingga membuat teknologi baru ini lebih menguntungkan dibandingkan teknologi sebelumnya. Untuk sementara, Sunroof ini hanya akan tersedia secara terbatas, tapi Google sangat mendukung pernyataan Obama untuk membuat energi sinar matahari digunakan oleh lebih banyak orang di dunia.

Pemerintah Amerika sangat serius dalam energi terbarukan ini. Indonesia?

Baca Juga: 5 Sisi Ekonomis Sel Surya Jadi Sumber Listrik Rumah

Sumber: gizmodo

Facebook Comments