Space Exploration Technologies Corporation atau yang biasa dikenal sebagai SpaceX telah membuat sejarah baru dalam industri roket dan satelit. Pada 21 Desember 2015, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk tersebut telah berhasil meluncurkan roket dua stage yang memuat sebelas satelit sekaligus.


Yang menjadi sejarah baru adalah, roket stage pertama berhasil kembali dan mendarat dengan mulus sehingga roket tersebut nantinya dapat digunakan kembali. Hal ini merupakan rekor pencapaian besar yang membuat biaya peluncuran satelit dapat menjadi lebih ekonomis. Di perusahaan lainnya seperti NASA, ULA di Amerika Serikat ataupun Cina dan Rusia, roket pendorong tahap satu hanya digunakan untuk sekali pakai sehingga setelah peluncuran, roket ini jatuh menggunakan parasut, mendarat di laut atau di gurun sehingga rusak dan tidak dapat digunakan kembali.

Skema Reusable Rocket

Skema Reusable Rocket


SpaceX dari awal didirikan mempunyai misi untuk menurunkan biaya peluncuran satelit dan eksplorasi ruang angkasa dengan memakai roket yang sama lebih dari satu kali. Dapat dibayangkan seandainya Anda naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya, dengan pesawat yang setelah itu tidak dipakai lagi, tentunya biayanya akan mahal sekali bukan? Oleh karena itu SpaceX menargetkan agar roket telah diluncurkan dapat dipakai berulang-ulang, agar biaya menjadi lebih murah.

Setelah dua kali gagal mendaratkan roket stage pertamanya di ‘droneship’ kali ini SpaceX mendaratkan roketnya di darat, dan berhasil.

Lihat Video ini:

Baca Juga: Berapa Lama Tesla Motor Menciptakan Mobil Listrik?

Facebook Comments

Related Posts