Tak mau kalah dengan perusahaan teknologi lainnya yang saat ini mengembangkan pesawat tanpa awak, Sony turut mengembangkan bisnis drone dengan mengandeng ZMP Inc dan membentuk anak perusahaan bernama Aerosense. Perusahaan tersebut baru-baru ini menampilkan prototype drone yang berbentuk mirip pesawat terbang.

Drone ini dirancang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, dapat mengangkut beban sampai dengan 10 kg, dan terbang dengan kecepatan 170 km/jam selama dua jam.

Aerosense mengkonfirmasi bahwa dron ini tidak ditujukan untuk mengirim paket seperti drone milik Amazon. Perusahaan tersebut memfokuskan drone untuk digunakan sebagai alat survey geologi dan bangunan tua yang selama ini sulit dilakukan atau berbahaya jika dilakukan oleh manusia.

Simak video ini:

Dengan kemampuan dan spesifikasi yang dijelaskan di atas, bukan tidak mungkin alat ini dapat digunakan untuk menjaga garis perbatasan baik darat atau laut, untuk menanggulangi kegiatan penyelundupan, ileggal loging, ilegal fishing dan lainnya, yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Bagi anda yang berencana menggunakan drone, pelajari Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia.

[Wall Street Journal]

[Dirjen Perhubungan Udara]

Facebook Comments