Beberapa waktu yang lalu banyak ditayangkan di media bahwa prototype mobil listrik buatan Indonesia tidak lulus uji laik jalan. Bahkan terdengar sangat lucu saat ada komentar salah satu pejabat di media yang menyatakan mobil listrik tersebut tidak lolos uji emisi. Tidak mungkin mobil listrik akan menghasilkan gas emisi seperti mobil berbahan bakar minyak kan?

Saat dalam negeri ini ribut dengan mobil listrik, dan terdengar tidak mendukungnya para birokrat terhadap para inovator, di Amerika Serikat sedang tumbuh dengan pesat, sebuah pabrikan mobil listrik. Pabrikan tersebut bahkan sudah memperluas pasarnya ke Asia, Australia dan Eropa. Pabrikan itu adalah Tesla Motor.

Bagaimana dan berapa lama perjalanan Tesla Motor sampai mampu membuat mobil listrik yang siap jual?

Diawali pada tanggal 1 Juli 2003 Martin Eberhard dan Marc Tarpenning mendirikan perusahaan dengan nama Tesla Motor. Pendiri tersebut membuat rencana untuk membeli lisensi teknologi yang sudah dimiliki oleh perusahaan bernama AC Propulsion. Teknologi tersebut berkaitan dengan produk tzero, dan berencana menggunakan frame / chassis mobil Lotus Elise buatan Inggris (mobil konvensional) untuk membuat sebuah mobil listrik. Dengan rencana tersebut, Januari 2004 mereka mencari investor yang mau membiayai perusahaannya.

Investor pertama yang tertarik adalah perusahaan venture capitalist bernama Compas Technology Partners. Masih kekurangan dana, mereka melanjutkan pencarian investor dan akhirnya bertemu dengan seseorang bernama Elon Musk. Karena mempunyai impian membuat mobil listrik juga, akhirnya Elon Musk memberikan investasi sebesar 6,5 Juta Dollar Amerika dan menjadi pemegang saham terbesar di Tesla Motor.

Pada waktu sebelumnya Elon sudah pernah mendanai seseorang bernama J.B Straubel yang sedang melakukan penelitian pemanfaatan baterai jenis lithium ion untuk sumber tenaga mobil listrik. Karena itu Elon meminta Straubel untuk bergabung dengan Tesla Motor, dan bulan Mei 2004 ia bergabung.

Dua tahun kemudian, pada bulan Juni 2006, Tesla Motor mengumumkan telah membuat prototype berkode EP1 dan EP2 yang selanjutnya diberi nama Tesla Roadster dan dipajang pada sebuah even di Santa Clara. Tokoh ternama selebriti-gubernur Arnold Schwarzenegger dan pimpinan Disney bernama Michael Eisner ada pada even tersebut dan melakukan test drive.

Pada even tersebut prototype Tesla Roadster masih belum sempurna sehingga hanya J.B Straubel dan beberapa staf Tesla yang tahu secara khusus bagaimana memperlakukan mobil tersebut. Mereka menghentikan mobil tersebut setiap 5 menit agar mobil tidak terlalu panas / over heating. Even ini berhasil menarik 30 orang, termasuk pimpinan google Brin dan Page, mereka berkomitmen melakukan pembelian mobil tersebut jika sudah diproduksi.

Tesla berencana untuk melakukan pengiriman kepada pembeli perdana Tesla Roadster pada November 2007. Namun rencana tersebut tidak tercapai karena masih ada permasalahan pada sistem transmisi.

Januari 2008 perusahaan tersebut merancang ulang sistem transmisi Roadster. Pada tahun tersebut para engineer Tesla juga masih harus mengawal suplier baterai yang ada di Thailand. Mengajari agar para pekerja yang ada di pabrik Thailand dapat menangani baterai dengan tepat.

Mobil Listrik Tesla Roadster Sedang Diuji

Mobil Listrik Tesla Roadster Sedang Diuji

Kompleksnya produksi Roadster ini juga disebabkan oleh beragamnya asal spare part yang berasal dari berbagai negara. Body panel berasal dari Prancis. Motor berasal dari Taiwan. Sel baterai berasal dari Cina dan dirakit di Thailand.

Pada sebuah interview, Elon Musk memberitakan pengiriman Tesla Roadster dilakukan di semaster pertama 2008. Ia juga menggambarkan sosok sedan yang sedang dikembangkan dengan kode nama WhiteStar, yang akan meluncur dipasaran dengan nama Tesla Model S.

Tesla Model S dijual ke pasar pada tahun 2012. Mobil tersebut memperoleh berbagai penghargaan menjadi mobil terbaik dan mobil paling aman di Amerika Serikat mengalahkan mobil berbahan bakar minyak (BBM).

Meskipun tidak terlampau sukses dengan penjualan Tesla Roadster, dengan produk Tesla Model S ini lah penjualan Tesla Motor meroket. Tesla Motor menghidupi ribuan karyawan yang semula dipecat dari industri mobil konvensional (BBM) yang saat itu sedang terpuruk.

Kabar baikya, Tesla Motor membuka paten teknologinya untuk semua industri yang mau mengembangkan mobil listrik, dengan tujuan mempercepat pengembangan mobil listrik di dunia.

Tesla Motor butuh waktu tiga tahun menghasilkan prototype dan tambahan dua tahun untuk tahap produksi masal dan meluncurkan sebuah mobil listrik ke pasar.

Di Indonesia, inovator di bidang mobil listrik sudah mumpuni. Dibuktikan dengan telah terciptanya beberapa prototype mobil listrik yang bisa dipacu dan melakukan touring tanpa mengalami overheating kan?

Yang menjadi pekerjan amat berat adalah rumitnya birokrasi dan regulasi. Harusnya birokrasi dapat membimbing dan memberikan solusi. Kapan?

Referensi
Biography: Elon Musk Tesla, SpaceX, and Quest for a Fantastic Future

Facebook Comments